Ingat saat pertama x kau bilang kata I LOVE YOU.
saat itulah aku mulai merasakan rasa bahagia :)
perkenalan kita dimulai saat aku mempromosikan nomor hpku di radio(bukan berarti aku gak laku tapi aku cuma sekedar ingin mendapatkan teman SMSan aja) di pertengahan tahun 2009.
setelah beberapa minggu berlalu,
saat itulah kau datang & mulai mengisi hari-hariku.
*saat itu aku lupa apakah kau SMS aku atau langsung MENELPONku?
"halo?"
dengan polos aku jawab "iya,ini siapa yah?"
"ini haris" jawabmu
"haris mana ya? tau nomor aku dari mana?"
"aku tau nomor kamu dari radio"
"heem?? masa'? perasaan udah lama deh aku ngepromotenya?"
"iya,kemaren aku denger terus aku catat. mau aku sms eeh malah lupa terus! hehehe maaf ya?"
"ooh iya deh,btw ada apa ya?"
"mau kenalan aja. gak boleh emangnya?"
"emmh boleh kok"
"okelah,namanya tasya ya?"
"iya" jawabku singkat
"anak mana?"
****
Semenjak perkenalan itu lah baru aku mulai merasakan ada yang berbeda dengan caraku kepadamu.
Dan semenjak itu aku tau siapa kau,bagaimana sifatmu,bagaimana dirimu dan saat itu juga aku tau kalau kau sebenarnya baru putus dengan pacarmu.
aku melihat sosokmu adalah cowok yang sempurna,mungkin kurasa tak ada 1 orang pun perempuan yang akan menolakmu bila kau inginkan dia tuk jadi pacarmu (termasuk aku)
aku sangat menyukai kepribadianmu yang sangat menarik diriku untuk mengenalmu lebih jauh,kau seseorang yang periang,penuh dengan canda,baik,sayang dengan orang tua dan romantis.
tapi saat itu aku takut,aku ragu,aku bimbang. Setelah aku tausepertinya kau sangat mencintai mantanmu,aku merasa aku kalah sebelum berperang tapi tak tau datang dari mana dengan tiba-tiba muncul motivasi diri untuk menjadi pengganti dia.
Setelah beberapa bulan berlalu tanpa sadar kita berdua menjalaniHubungan Tanpa Status,sampai akhirnya hari itu pun tiba. tahun 2009 yang lalu di minggu pertama pada 3 bulan terakhir kau menyatakan itu.
selalu aku ingat!
*pukul 00.00 WIB
"Selamat Ulang Tahun ya sayang!. Semoga yang baik nambah & yang buruknya berkurang"
"Iya,makasih ya bang. Amiiin" dengan senyum bahagia aku menjawabnya dan aku merasa ada yang kurang dan gak sesuai dengan janjinya.
dengan polos aku bertanya lagi "CUMA ITU?!"
"Hmmm,banyak lagi sih. Tapi itu aja dulu,itupun udah bagus" aku tak tau apa yang ada di fikirannya saat itu yang jelas aku merasa kecewa karna gak sesuai dengan janjinya.
"Ooh!" jawabku dengan kecewa
"Kenapa? kok lemes jawabnya?" tanyanya
aku berfikir 'sebenernya dia gak tau atau pura-pura gak tau ya? iiikkh buat kesel aja!'
"gak kenapa-kenapa kok" berusaha tetap tenang
"yaudah tidur gih sana,udah malam gini. oh iya aku orang keberapa yang ngucapin selamat buat kamu sya?"
"hmm yang pertama kok" dengan senyum aku menjawab melupakan sejenak kekecewaanku.
"yaudah tidur ya? ntar siang aku main kerumah boleh kan?"
"boleh kok,kan gak ada yang ngelarang?"
"Iya sih,tapi siapa tau pacarnya mau datang?" katanya sambil cengengesan
"Iiiikkh udah di bilang aku tuh gak punya pacar,kan dah tau aku sukanya sama siapa?"
"Sama siapa hayoooooo???" ledeknya
"Ntah ah,bodo amat" jawabku jutek
"Nah looh,kan aku cuma butuh jawaban & kepastian?"
aku berkata dalam hati 'seharusnya aku yang butuh kepastian darimu,bukan malah kebalikannya jadi abstrak deh!!'
"Ya sama kamu lah. Jelas???"
"Hehehehe" dia tertawa
****
Pukul 10.12 WIB
"Permisi??" terdengar suara ketukan dari pintu depan
"Iya sebentar!!" teriakku dari dalam
Aku segera berlari dari ruang tengah ke depan untuk membukakan pintu
"Heeey,kok lama bukanya" kata seseorang yang tadi mengetuk pintu rumahku,dan ternyata itu Haris.
"Eeh iya,maaf tadi lagi nonton tv. hehehehe" kataku yang lagi kaget sambil benerin rambut dan baju yang berantakan karna gak nyangka kalo dia bakal datang secepat itu dan parahnya lagi waktu itu aku belum mandi!!.
"Ooh iya gpp,kok sepi?" tanyanya sambil celingak-celinguk liat kedalam rumahku
"Eeh iya,masuk dulu yuk! hemmm,ya ginilah lagi pada pergi semua"
"Emang pada kemana semua?"
"Mama pergi arisan dari jam 9 tadi,papa nganterin sekalian ikut mama arisan,adik pada pergi jalan-jalan bareng temennya baru aja pergi. gak jumpa emang?" jawabku sambil berjalan masuk keruang tengah.
Kalo ada yang tanya kenapa gak di ruang tamu aja? yah karna gak enak ntar ketahuan orang. hahahaha becanda deng becanda,aku suka diruang tengah tu karna ruang tengah ruang favorit aku,dia juga udah tau sih jadi gak sungkan lagi.
Dia juga udah kenal dekat sama orangtua dan keluarga ku walaupun saat itu kami baru kenal 3 bulanan gitu deh.
"Eeeemh,ris mau minum apa?" tanyaku saat dia mulai duduk di sofa
"Apa aja deh,emmh udahlah sya kaya' baru kenal aja sih"
"Hehehe iya,bentar ya aku buatin dulu!" kata ku sambil jalan menuju dapur, "Tapi ettsss....." kata ku spontan sambil membalikan badan.
"Eh?? kenapa sya?" jawabnya kaget
"Hehehe,soft drink aja mau dong ya?" jawabku sambil nyengir menanggapi kekagetannya
"Iiikh,ngagetin aja. Aku kira kenapa"
"Hehehehe" aku membalikan badan dan langsung berjalan menuju dapur mengambil soft drink dari lemari es
Di dapur aku berfikir 'kenapa dia datang secepat ini? kenapa dia rapi-rapi banget? hmmm bodo ahh emang urusan aku apa???'
Aku jalan kedepan sambil membawa soft drink untuknya,dan duduk di sampingnya
"Niih!!" kataku sambil menghempaskan diri ke sofa dan duduk di dekatnya
"Oops,iya" katanya mengambil minuman dari tanganku
"Kok rapi banget?"
"Iya soalnya aku mau......"
"Mau apa?" tanya ku dengan penasaran
#Bersambung
saat itulah aku mulai merasakan rasa bahagia :)
perkenalan kita dimulai saat aku mempromosikan nomor hpku di radio(bukan berarti aku gak laku tapi aku cuma sekedar ingin mendapatkan teman SMSan aja) di pertengahan tahun 2009.
setelah beberapa minggu berlalu,
saat itulah kau datang & mulai mengisi hari-hariku.
*saat itu aku lupa apakah kau SMS aku atau langsung MENELPONku?
"halo?"
dengan polos aku jawab "iya,ini siapa yah?"
"ini haris" jawabmu
"haris mana ya? tau nomor aku dari mana?"
"aku tau nomor kamu dari radio"
"heem?? masa'? perasaan udah lama deh aku ngepromotenya?"
"iya,kemaren aku denger terus aku catat. mau aku sms eeh malah lupa terus! hehehe maaf ya?"
"ooh iya deh,btw ada apa ya?"
"mau kenalan aja. gak boleh emangnya?"
"emmh boleh kok"
"okelah,namanya tasya ya?"
"iya" jawabku singkat
"anak mana?"
****
Semenjak perkenalan itu lah baru aku mulai merasakan ada yang berbeda dengan caraku kepadamu.
Dan semenjak itu aku tau siapa kau,bagaimana sifatmu,bagaimana dirimu dan saat itu juga aku tau kalau kau sebenarnya baru putus dengan pacarmu.
aku melihat sosokmu adalah cowok yang sempurna,mungkin kurasa tak ada 1 orang pun perempuan yang akan menolakmu bila kau inginkan dia tuk jadi pacarmu (termasuk aku)
aku sangat menyukai kepribadianmu yang sangat menarik diriku untuk mengenalmu lebih jauh,kau seseorang yang periang,penuh dengan canda,baik,sayang dengan orang tua dan romantis.
tapi saat itu aku takut,aku ragu,aku bimbang. Setelah aku tausepertinya kau sangat mencintai mantanmu,aku merasa aku kalah sebelum berperang tapi tak tau datang dari mana dengan tiba-tiba muncul motivasi diri untuk menjadi pengganti dia.
Setelah beberapa bulan berlalu tanpa sadar kita berdua menjalani
selalu aku ingat!
*pukul 00.00 WIB
"Selamat Ulang Tahun ya sayang!. Semoga yang baik nambah & yang buruknya berkurang"
"Iya,makasih ya bang. Amiiin" dengan senyum bahagia aku menjawabnya dan aku merasa ada yang kurang dan gak sesuai dengan janjinya.
dengan polos aku bertanya lagi "CUMA ITU?!"
"Hmmm,banyak lagi sih. Tapi itu aja dulu,itupun udah bagus" aku tak tau apa yang ada di fikirannya saat itu yang jelas aku merasa kecewa karna gak sesuai dengan janjinya.
"Ooh!" jawabku dengan kecewa
"Kenapa? kok lemes jawabnya?" tanyanya
aku berfikir 'sebenernya dia gak tau atau pura-pura gak tau ya? iiikkh buat kesel aja!'
"gak kenapa-kenapa kok" berusaha tetap tenang
"yaudah tidur gih sana,udah malam gini. oh iya aku orang keberapa yang ngucapin selamat buat kamu sya?"
"hmm yang pertama kok" dengan senyum aku menjawab melupakan sejenak kekecewaanku.
"yaudah tidur ya? ntar siang aku main kerumah boleh kan?"
"boleh kok,kan gak ada yang ngelarang?"
"Iya sih,tapi siapa tau pacarnya mau datang?" katanya sambil cengengesan
"Iiiikkh udah di bilang aku tuh gak punya pacar,kan dah tau aku sukanya sama siapa?"
"Sama siapa hayoooooo???" ledeknya
"Ntah ah,bodo amat" jawabku jutek
"Nah looh,kan aku cuma butuh jawaban & kepastian?"
aku berkata dalam hati 'seharusnya aku yang butuh kepastian darimu,bukan malah kebalikannya jadi abstrak deh!!'
"Ya sama kamu lah. Jelas???"
"Hehehehe" dia tertawa
****
Pukul 10.12 WIB
"Permisi??" terdengar suara ketukan dari pintu depan
"Iya sebentar!!" teriakku dari dalam
Aku segera berlari dari ruang tengah ke depan untuk membukakan pintu
"Heeey,kok lama bukanya" kata seseorang yang tadi mengetuk pintu rumahku,dan ternyata itu Haris.
"Eeh iya,maaf tadi lagi nonton tv. hehehehe" kataku yang lagi kaget sambil benerin rambut dan baju yang berantakan karna gak nyangka kalo dia bakal datang secepat itu dan parahnya lagi waktu itu aku belum mandi!!.
"Ooh iya gpp,kok sepi?" tanyanya sambil celingak-celinguk liat kedalam rumahku
"Eeh iya,masuk dulu yuk! hemmm,ya ginilah lagi pada pergi semua"
"Emang pada kemana semua?"
"Mama pergi arisan dari jam 9 tadi,papa nganterin sekalian ikut mama arisan,adik pada pergi jalan-jalan bareng temennya baru aja pergi. gak jumpa emang?" jawabku sambil berjalan masuk keruang tengah.
Kalo ada yang tanya kenapa gak di ruang tamu aja? yah karna gak enak ntar ketahuan orang. hahahaha becanda deng becanda,aku suka diruang tengah tu karna ruang tengah ruang favorit aku,dia juga udah tau sih jadi gak sungkan lagi.
Dia juga udah kenal dekat sama orangtua dan keluarga ku walaupun saat itu kami baru kenal 3 bulanan gitu deh.
"Eeeemh,ris mau minum apa?" tanyaku saat dia mulai duduk di sofa
"Apa aja deh,emmh udahlah sya kaya' baru kenal aja sih"
"Hehehe iya,bentar ya aku buatin dulu!" kata ku sambil jalan menuju dapur, "Tapi ettsss....." kata ku spontan sambil membalikan badan.
"Eh?? kenapa sya?" jawabnya kaget
"Hehehe,soft drink aja mau dong ya?" jawabku sambil nyengir menanggapi kekagetannya
"Iiikh,ngagetin aja. Aku kira kenapa"
"Hehehehe" aku membalikan badan dan langsung berjalan menuju dapur mengambil soft drink dari lemari es
Di dapur aku berfikir 'kenapa dia datang secepat ini? kenapa dia rapi-rapi banget? hmmm bodo ahh emang urusan aku apa???'
Aku jalan kedepan sambil membawa soft drink untuknya,dan duduk di sampingnya
"Niih!!" kataku sambil menghempaskan diri ke sofa dan duduk di dekatnya
"Oops,iya" katanya mengambil minuman dari tanganku
"Kok rapi banget?"
"Iya soalnya aku mau......"
"Mau apa?" tanya ku dengan penasaran
#Bersambung
kerreeeeeeeeeeen!!
BalasHapusmakasih :)
Hapus