Langsung ke konten utama

Hariku berwarna (lagi)

Sebenarnya gak ada yang terlalu special untuk beberapa hari yang lalu.
Tapi ada yang membuat siangku kemarin ini berbeda.
KAMU...
Kamu yang memberikan sedikit warna disiangku kemarin(lagi).

Aku gatau harus kesal atau berterima kasih sama temen-temenku? Karna mereka yang mengusulkan ini.
Atau aku harus mengakui ini semua karna memang sudah waktunya kita untuk bisa jalan bersama (walau bukan sebagai pacar).


Memang akhir-akhir ini kita kembali lagi sering berhubungan dengan baik,tapi aku gatau kenapa bisa sering berhubungan lagi. Karna semua kau yang memulainya,aku hanya mengikuti alur dari semua kisah hidupku dan menjalani peran yang diberikan tuhan padaku.
Aku menikmati semua ini dan aku takkan mengeluh,aku bersyukur bisa menikmatinya. Karena kita belum tau gimana kedepannya,masa depan itu adalah sebuah rahasia yang takkan pernah kita ketahui tapi akan kita jalani,tinggal kita yang harus sanggup melewati dan menjalaninya :).

Hari yang tak pernah aku sangka-sangka,kau datang lagi dan memberikan sedikit warna dihariku yang singkat ini. Awalnya aku gak bermaksud,gak berniat bahkan aku tak sedikitpun memikirkan hal ini.
Mimpi apa aku semalam? Aku lupa.
Aku tak menyangka kemarin(14092012) akan ada,aku kira aku hanya bisa menikmatinya dalam khayal dan imajinasi semuku. Berusaha untuk mewujudkannya,tapi tanpa aku sadari semua menjadi nyata.
Kembali lagi aku teringat saatsaat dulu bersamamu,tapi aku coba pungkiri segala rasa yang tiba-tiba muncul dan hadir kembali.

Tapi aku seketika tersadar bahwa kita bukanlah lagi sepasang kekasih meski hati masih mengucapkan beberapa kata yang sama,yaitu Cinta,Sayang,Kangen dan Butuh.
Mulutku mungkin bisa berbohong dan lidahku bisa saja berkelit tapi hatiku tidak,di sisi hatiku masih saja menyimpan secerca dan sedikit harapan yang telah sirna.

Terkadang aku hanya terdiam disudut malam ditemani dengan insomniaku,dan disaat itu juga terdengar teriakanteriakan kecil dari hatiku yang mengatakan "Aku merindukanmu,akmu membutuhkanmu,dan aku ingin kau berada disisiku saat ini".
Saat itu ingin rasanya aku bisa mencoba mengulang setiap detik,menit,jam,hari,minggu dan bulan-bulan yang t'lah berlalu. Tapi aku sadar,aku takkan pernah bisa.

Inginku dapat memelukmu,menciummu,bersamamu dan membiarkan kau tetap ada dihariku,tapi semakin hari hatiku mulai lelah mencari harapan dan perasaan yang t'lah hilang entah kemana. Tak semudah itu aku berpaling dan mengingkari janjiku sendiri. Meninggalkan semua kenangan dan perasaan yang tersirat yang terkadang menusuk kedalam relung hatiku yang paling dalam.

Kini aku mulai mencari,mencari hal yang bisa aku lakukan agar tak mengingat kenangan itu. Terkadang dinginnya angin malam yang berhembus,membawaku kembali mengingat saat-saat semua ini berakhir. Begitu beratnya melangkah dan berjalan saat aku terperosok kedalam sakitnya ketika semua harapan yang slalu kujaga dan kurawat hancur.

Aku benar-benar cukup merasakan semua ini,tak sekalipun aku ingin merasakan rasa sakit itu.
Dan...
Jika suatu saat aku telah siap,aku akan pergi dengan sayapku yang pernah patah.
Pergi meninggalkan semua yang telah membuatku sakit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghapusmu dari ingatanku

    Dulu kita pernah bersama,dulu kau menjadi bagian hidupku! tapi sekarang berbeda,tak ada lagi KITA,tak ada lagi TANGGAL itu,dan tak akan pernah ada lagi kata SAYANG yang akan terucap dari bibirku untukmu.     Dulu aku hanyalah perempuan polos yang bodoh karna

Berawal dari RADIO

Ingat saat pertama x kau bilang kata I LOVE YOU . saat itulah aku mulai merasakan rasa bahagia :) perkenalan kita dimulai saat aku mempromosikan nomor hpku di radio(bukan berarti aku gak laku tapi aku cuma sekedar ingin mendapatkan teman SMSan aja) di pertengahan tahun 2009. setelah beberapa minggu berlalu,

Harapan itu Hancur!!!

Aku terlalu banyak berharap dan aku terlalu banyak bermimpi Hingga suatu saat semua harapan dan mimpiku hancur,hancur tanpa bisa aku menerimanya Apa aku salah telah memberikan seluruh perasaanku kepadanya? Apa aku salah telah membangun sebuah harapan kecil bersamanya? aku tak tahu.. Hingga kemarin dia