Langsung ke konten utama

Kenapa??

Sampai kapan? Aku merasa semua ini berakhir.
Mengapa kau selalu saja datang lagi disaat aku benar-benar sudah mulai bisa untuk tak membahasmu lagi dikehidupanku sekarang?
Tapi aku tak bisa melarangmu,aku tak bisa mencegahmu.
Aku tak tau mengapa.


Hmm heran,setiap kau datang dan hadir dikehidupanku rasa itupun datang lagi.
Apa yang harus kulakukan,aku takkan bisa dan tak mau menghindarimu.
Kenapa kenapa kenapa kenapa? Akkh pusing.

Kadang perasaanku samamu itu biasa aja,kadang hilang,kadang ada. Apalagi kalo udah ngungkit masalalu,air mataku jatuh sendiri,gak tau kenapa -_-
Bodoh kurasa aku.

Aah,malah keceplosan lagi bilang kangen samamu makanya langsung terdiem aku.
hmm,terkadang aku bingung.
Ah bingunglah.

Yang jelas,kau pernah jadi bagian hidupku,kau pernah buat hari-hariku bahagia,kau pernah memberi warna dihidupku. Apalagi selama 8bulan 26hari,jadi gak mungkin secepat itu aku bisa lupa samamu.
Tapi kalo perasaan udah mulai pudar,tapi kalo udah ngungkit masalalu samamu aku bisa gilak.

haaag yasudahlah aku nikmati aja semua ini sambil minum luwak white coffie =D
hahahahahahahahaha

miss you my exboyfriend :*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghapusmu dari ingatanku

    Dulu kita pernah bersama,dulu kau menjadi bagian hidupku! tapi sekarang berbeda,tak ada lagi KITA,tak ada lagi TANGGAL itu,dan tak akan pernah ada lagi kata SAYANG yang akan terucap dari bibirku untukmu.     Dulu aku hanyalah perempuan polos yang bodoh karna

Berawal dari RADIO

Ingat saat pertama x kau bilang kata I LOVE YOU . saat itulah aku mulai merasakan rasa bahagia :) perkenalan kita dimulai saat aku mempromosikan nomor hpku di radio(bukan berarti aku gak laku tapi aku cuma sekedar ingin mendapatkan teman SMSan aja) di pertengahan tahun 2009. setelah beberapa minggu berlalu,

Harapan itu Hancur!!!

Aku terlalu banyak berharap dan aku terlalu banyak bermimpi Hingga suatu saat semua harapan dan mimpiku hancur,hancur tanpa bisa aku menerimanya Apa aku salah telah memberikan seluruh perasaanku kepadanya? Apa aku salah telah membangun sebuah harapan kecil bersamanya? aku tak tahu.. Hingga kemarin dia