Ini hanya sepenggal rasa dan hal bodoh yang mungkin kurasakan.
Ketika aku berusaha membohongi diriku sendiri aku terenyus,tak pernah ku pungkiri bahwa aku masih peduli. Aku mengkhawatirkanmu,aku takut jika kau sakit.
Disudut ini aku terdiam dengan kesendirianku,aku terus memungkiri perasaan ini.
Aku bingung..
Ooh tuhan,samapai kapan aku terus begini?
sampai kapan aku terus terbayang dengan masa lalu? Aku tak ingin air ini jatuh dan terbuang sia-sia. Aku tak ingin membenci dia,aku tak ingin menghapusnya dari hidupku,aku hanya ingin menjadikannya teman.
Mengapa aku harus merasakan ini? Aku tak akan berusaha untuk membencinya dan aku tak akan berusaha untuk membuatnya menderita. Mengapa aku terlalu tulus mencintai dan menyayanginya? Sehingga sampai saat ini hatiku belum bisa benar-benar membiarkannya pergi dari hidupku. Mengapa ini terlalu berat untuk kulalui?
Mata ini mulai berkaca-kaca,aku tak bisa menahannya. Oh tuhan tolong aku,mengapa semua kenangan itu terlintas lagi? Aku tak dapat menahan air mata ini,mengapa terus mengalir? Ya tuhan bantu aku untuk menghilangkan rasa ini 100%. Aku tak mau menderita,mengapa aku selalu memperdulikannya? mengapa aku takut dia tersakiti? mengapa aku terlalu takut? Apa karena aku tak dapat lagi menjaga hatinya? Apa karena hatinya tak lagi milikku? Mengapa hatiku terlalu takut melihatnya bersedih?.
Mengapa air mata ini terus mengalir? mengapa semakin banyak? padahal aku berusaha untuk menahannya? setiap aku melihatnya dari kejauhan,aku melihat ada sosok yang menghilang dari hidupku.
Tuhan mengapa air mata ini terus mengalir?
Melihatnya dari kejauhan itu hal yang sering ku lakukan dan hatiku selalu berkata 'aku bahagia jika kau bahagia!'. Tuhan,mengapa aku terlalu hanyut dalam perasaan ini? Mengapa aku selalu memipikannya? Apa karena aku sangat takut jika dia tersakiti?
Aku tak perduli lagi jika semua orang menganggapku bodoh,tapi aku memang peduli. Aku cukup memeluk bayangannya yang terkadang datang. Aku tulus menyayanginya,Aku tulus mencintainya dan Aku tak ingin dia tersakiti. Biar semua rasa sakit ini aku yang rasakan,biarlah aku yang menangis dan biarlah perasaan ini kupendam dalam dada.
Yang aku ingin hanyalah melihatnya TERSENYUM dan BAHAGIA.
Tuhan yakinkan aku untuk menghilangkan perasaan ini. Aku hanya takut melihatnya bersedih!
Biarlah hujan turun dan aku ingin merasakan dinginnya air yang turun. Biarlah angin yang berhembus membawa perasaanku jauh meninggalkannya. Biarlah hujan yang menjadi saksi aku menangis untuknya dan biarlah derasnya hujan menjadi simbol kekhawatiranku.
Ketika aku berusaha membohongi diriku sendiri aku terenyus,tak pernah ku pungkiri bahwa aku masih peduli. Aku mengkhawatirkanmu,aku takut jika kau sakit.
Disudut ini aku terdiam dengan kesendirianku,aku terus memungkiri perasaan ini.
Aku bingung..
Ooh tuhan,samapai kapan aku terus begini?
sampai kapan aku terus terbayang dengan masa lalu? Aku tak ingin air ini jatuh dan terbuang sia-sia. Aku tak ingin membenci dia,aku tak ingin menghapusnya dari hidupku,aku hanya ingin menjadikannya teman.
Mengapa aku harus merasakan ini? Aku tak akan berusaha untuk membencinya dan aku tak akan berusaha untuk membuatnya menderita. Mengapa aku terlalu tulus mencintai dan menyayanginya? Sehingga sampai saat ini hatiku belum bisa benar-benar membiarkannya pergi dari hidupku. Mengapa ini terlalu berat untuk kulalui?
Mata ini mulai berkaca-kaca,aku tak bisa menahannya. Oh tuhan tolong aku,mengapa semua kenangan itu terlintas lagi? Aku tak dapat menahan air mata ini,mengapa terus mengalir? Ya tuhan bantu aku untuk menghilangkan rasa ini 100%. Aku tak mau menderita,mengapa aku selalu memperdulikannya? mengapa aku takut dia tersakiti? mengapa aku terlalu takut? Apa karena aku tak dapat lagi menjaga hatinya? Apa karena hatinya tak lagi milikku? Mengapa hatiku terlalu takut melihatnya bersedih?.
Mengapa air mata ini terus mengalir? mengapa semakin banyak? padahal aku berusaha untuk menahannya? setiap aku melihatnya dari kejauhan,aku melihat ada sosok yang menghilang dari hidupku.
Tuhan mengapa air mata ini terus mengalir?
Melihatnya dari kejauhan itu hal yang sering ku lakukan dan hatiku selalu berkata 'aku bahagia jika kau bahagia!'. Tuhan,mengapa aku terlalu hanyut dalam perasaan ini? Mengapa aku selalu memipikannya? Apa karena aku sangat takut jika dia tersakiti?
Tuhan kumohon jaga dia,aku ingin dia bahagia walau dia bukanlah lagi miliku.
Aku menghawatirkannya!
Aku tak ingin dia tersakiti,cukup aku yang merasakan ini. Aku ingin melihatnya bahagia. Aku ingin dia tersenyum. Aku akan menjaganya dengan do'aku. Aku akan menahan semua egoku. Aku hanya ingin dia BAHAGIA. Jangan buat dia merasa tersakiti.
Aku tak perduli lagi jika semua orang menganggapku bodoh,tapi aku memang peduli. Aku cukup memeluk bayangannya yang terkadang datang. Aku tulus menyayanginya,Aku tulus mencintainya dan Aku tak ingin dia tersakiti. Biar semua rasa sakit ini aku yang rasakan,biarlah aku yang menangis dan biarlah perasaan ini kupendam dalam dada.
Yang aku ingin hanyalah melihatnya TERSENYUM dan BAHAGIA.
Tuhan yakinkan aku untuk menghilangkan perasaan ini. Aku hanya takut melihatnya bersedih!
Biarlah hujan turun dan aku ingin merasakan dinginnya air yang turun. Biarlah angin yang berhembus membawa perasaanku jauh meninggalkannya. Biarlah hujan yang menjadi saksi aku menangis untuknya dan biarlah derasnya hujan menjadi simbol kekhawatiranku.
TUHAN JAGA DIA WALAU DIA TAK AKAN PERNAH KEMBALI KEPELUKANKU,AKU AKAN TERUS MENJAGANYA DENGAN DO'A-DO'AKU. Aku tulus mencintainya,aku tulus menyayanginya dan aku benar mengkhawatirkannya. Aku ingin dia merasakannya,merasakan perasaan yang tulus dariku. Walaupun aku tak tau apakah dia sepertiku ataukah dia membenciku. Hanya dia dan engkau yang tau.
Jangan buat dia bersedih dan jangan buat dia menangis ya tuhan. Aku tak ingin melihatnya bersedih,jaga dia ya tuhan. Berikan dia seseorang yang lebih bisa menjaganya dan lebih baik dari aku menjaganya. Pilihkanlah wanita yang tepat untuk menjaga hati dan perasaannya karna aku tak ingin dia bersedih.

Komentar
Posting Komentar